Kamis, 04 Oktober 2012

Proposal Usaha Katering

Menggeluti bisnis makananmemang tidak ada matinya. Selain menghasilkan keuntungan yang tinggi, makanan juga menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang. Jadi, dimanapun, kapanpun, kita membutuhkan makanan sebagai sumber pokok kehidupan. Menekuni bisnis pembuatan makanan memang membutuhkan ketekunan dan keuletan yang tinggi. Karena yang menjadi pertimbangan utama dalam menekuni bisnis ini adalah cita rasa. Apabila makanan kita sudah sesuai dengan selera konsumen, maka dijamin pesananpun akan terus mengalir. Memang ini tidak dijamin seratus persen, karena ada juga konsumen yang selain mencari selera makan yang pas, tetapi jugamencari tempat yang sesuai.

Konsumen

Katering biasanya dibutuhkan pada berbagai acara seperti pesta perkawinan, seminar, acara keagamaan, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut membutuhkan makanan dalam jumlah banyak. Pada kegiatan-kegiatan tersebut, biasanya pihak penyelenggara menyewa jasa catering untuk menyiapkan makanan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu karyawan kantor, dan mahasiswa yang tinggal di kost juga sering menggunakan jasa catering untuk memberikan layanan nasi box setiap harinya.

Info bisnis

Salah satu bidang yang bisa digeluti dari bisnis makanan adalah usaha katering. Ketika kita ingin memulai usaha dalam bisang katering ini, maka yang pertama kali harus dipersiapkan adalahmental Anda. Karena untuk menghalang berbagai hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan memadamkan perang batin antara berkeinginan dan keraguan adalah langkah pertama yang harus diatasi.

Setelah sekiranya beban mental sudah teratasi, maka hal berikutnya adalah masalah operasional. Dalam masalah operasional ini yang harus diperhatikan adalah pertimbangan kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan. Namun untuk menjadi pengusaha katering juga tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak kita bisa melakukan perekrutan.

Persiapan berikutnya adalah tersedianya sarana dan prasarana. Tersedianya sarana dan prasaran tersebut bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa. Kalau harus menunggu sampai perlengkapan dimiliki dulu, sampai kapan harus memulai usaha, kecuali memang tersedia dana yang cukup untuk investasi ke bisnis katering untuk jangka panjang.

Setelah kelengkapan operasional terpenuhi, maka perlu diperhitungkan kemungkinan penggunaan modal kerja. Jika Anda mampu membangun relasi luas, kebutuhan modal kerja bisa tidak terlalu menyerap dana secara keseluruhan. Kebutuhan pembelian bahan baku misalnya, apabila sudah mempunyai langganan dan pemasok tetap, bisa diharapkan dapat dirundingkan cara-cara pembayaran secara mundur. Untuk menanggulangi pembelian tunai, bisa diharapkan dana dari uang muka pemesanan. Kekurangan peralatan bisa disewa dengan pembayaran di belakang, hanya cukup menyelesaikan uang mukanya saja. Untuk seterusnya, kekurangan dana yang tidak mungkin bisa diundurkan, bagaimanapun juga harus tetap disediakan. Untuk mengetahui kebutuhan dan kekurangan dana secara tepat, maka harus disusun aliran dana yang rapi dan rasional, bertolak pada harga pasar.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah lokasi bisnis. Perusahaan katering, mengingat sifat pekerjaannya adalah memburu pasar dimanapun juga, maka lokasi bisnis memang tidak harus mempertimbangkan yang strategis. Usaha katering dapat dioperasikan di mana saja, sementara dapat memanfaatkan ruangan dari bagian rumah pribadi Anda. Tetapi untuk dapur, diusahakan paling tidak ada jalan yang dapat dilewati mobil. Sebab kalau usaha berkembang, kendaraan inilah yang akan merupakan alternatif pengangkutan.

Kelebihan bisnis

Bisnis makanan tidak memiliki batas akhir, karena sampai kapanpun bisnis ini akan dibutuhkan oleh konsumen. Selain itu banyaknya wanita yang lebih memilih bekerja, menjadi peluang dan keuntungan bagi pelaku bisnis ini. Karena sekarang para ibu rumah tangga ketika memiliki hajatan atau acara tertentu, lebih senang memilih memesan makanan katering dibandingkan harus repot – repot memasak sendiri.

Kekurangan bisnis

Cukup banyak pelaku bisnis yang menggeluti bisnis ini, sehingga persaingan pun cukup ketat. Untuk memenangkan pemasaran, para pelaku bisnis catering harus mengeluarkan biaya lebih untuk kegiatan promosi.

Pemasaran

Selanjutnya adalah masalah pemasaran, yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Untuk meningkatkan pesanan, dapat dicoba dengan membagikan brosur atau pamflet ke kantor – kantor, atau perusahaan weding organizer. Sehingga Anda dapat menjalin kerjasama, ketika perusahaan – perusahaan tersebut membutuhkan jasa catering. Selain itu Anda juga bisa mempromosikan catering Anda dengan memasang iklan di media cetak, seperti surat kabar harian atau majalah. Berikan pula potongan harga atau penawaran dengan harga khusus, agar konsumen lebih tertarik dengan catering Anda dibandingkan catering lainnya. Bisa pula mempromosikan dengan member tanda nama catering Anda di setiap tissue, box nasi, piring, dan peralatan makan lainnya agar semakin banyak orang yang mengenal catering Anda.

Kunci sukses

Kiat sukses membuka usaha katering terletak pada kualitas kelezatan makanan yang ditawarkan kepada konsumen. Selain itu banyaknya variasi masakan yang ditawarkan perusahaan catering, juga menjadi salah satu daya tarik bagi para konsumen. Semakin lengkap menu yang ditawarkan, semakin besar pula peluang pasar bisnis ini.

Selain itu kebersihan makanan dan peralatan yang digunakan, juga memunculkan penilaian tersendiri bagi para konsumen. Oleh karena itu selalu perhatikan kebersihan produk maupun alat dalam keadaan apapun.
Analisa Ekonomi
Estimasi 1x pesanan untuk ‘partai kecil’

Pemasukan
Snack : 200 x Rp 4.000,00      = Rp   800.000,00
Nasi box : 200 x Rp 8.000,00   = Rp 1.600.000,00+
Total pemasukan                = Rp 2.400.000,00

Pengeluaran
Belanja bahan baku snack       = Rp   500.000,00
Belanja bahan baku nasi box    = Rp   800.000,00
Biaya operasional              = Rp   100.000,00+
Total pengeluaran              = Rp 1.400.000,00

Keuntungan
Laba bersih  = Rp 2.400.000,00 - Rp 1.400.000,00  =           Rp 1.000.000,


Source : http://www.raflesia.net/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar